Kamis, 26 Juli 2018

Pelaporan keuangan, laba rugi, bukti transaksi

Pelaporan keuangan
1.        Pengertian laporan keuangan
Laporan keuangan adalah laporan yang berisi informasi keuangan sebuah organisasi. Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan hasil proses akuntansi yang dimaksudkan sebagai sarana mengkomunikasikan informasi keuangan terutama kepada pihak eksternal.

2.        Macam-macam laporan keuangan.
Contoh: laporan keuangan yang perlu dibuat oleh sebuah toko misalnya kita ambil contoh Toko Rejeki sebagai berikut:
A.    Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menyajikan detail atau rincian pendapatan yang diperoleh dan beban yang terjadi selama satu periode akuntansi di suatu perusahaan atau mengetahui apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian pada periode tersebut.

B.     Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)
Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan modal suatu perusahaan yang terjadi selama satu periode akuntansi, berfungsi untuk mengetahui apakah modal perusahaan bertambah atau berkurang.


C.    Neraca (Balance Sheet)
Neraca adalah laporan keuangan yang menunjukkan jumlah harta, utang, dan modal dari sebuah perusahaan selama satu periode akuntansi di perusahaan tersebut.

D.    Laporan Arus Kas (Cash Flow)
Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui arus kas masuk dan kas keluar, dan juga melihat pengaruhnya terhadap saldo kas akhir periode. Arus kas masuk seperti pendapatan atau pinjaman dari pihak lain sedangkan arus kas keluar seperti biaya-biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan.

E.     Catatan atas laporan keuangan
Catatan atas laporan keuangan, adalah laporan keuangan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan lain yang disajikan. Laporan ini memberikan informasi atau penjelasan secara rinci atau detail yang dianggap perlu terhadap laporan keuangan yang ada. Tujuannya agar pengguna laporan keuangan menjadi jelas dengan data yang disajikan. 
3.        Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Pengguna laporan keuangan meliputi investor sekarang dan investor potensial, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah serta lembaga-lembaga lainnya dan masyarakat.

Bukti Transaksi
1.        Pengertian Bukti Transaksi
Bukti transaksi adalah dokumen pendukung yang berisi data transaksi yang dibuat setelah melakukan transaksi untuk kebutuhan pencatatan keuangan.

2.        Pengertian Bukti Transaksi
Fungsi pokok bukti transaksi adalah sebagai perekam pertama setiap transaksi yang dilakukan perusahaan. Dengan adanya bukti transaksi, setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang terkait dengan keuangan dapat didokumentasikan dan dipertanggungjawabkan secara akuntansi.

3.        Jenis bukti transaksi
Jenis bukti transaksi dapat dibedakan sebagai berikut.
A.       Bukti intern
merupakan bukti pencatatan untuk transaksi yang terjadi di dalam perusahaan itu sendiri. Misalnya memo yang dibuat oleh manajer bagian pembukuan.

B.       Bukti ekstern,
merupakan bukti pencatatan untuk transaksi yang terjadi antara perusahaan dan pihak lain di luar perusahaan. Misalnya, bukti pengeluaran kas, bukti penerimaan kas, bukti penjualan, dan bukti pembelian.

4.        Contoh bukti transaksi ekstern

Contoh bukti transaksi ekstern adalah kuitansi, faktur, nota debit, nota kredit, nota kontan, dan bukti memorial.

a.         Kuitansi adalah catatan untuk transaksi penerimaan dan pengeluaran sejumlah uang.


b.         Faktur adalah bukti transaksi pembelian atau penjualan barang dagangan (secara kredit).
Contoh bentuk faktur:


c.       Nota debit adalah bukti transaksi pengembalian barang yang sudah dibeli (retur pembelian). Nota debit dibuat oleh pihak pembelian.


d.      Nota kredit adalah bukti transaksi penerimaan kembali barang yang sudah dijual (retur penjualan). Nota kredit dibuat oleh penjual ketika barang yang dijual dikembalikan oleh pembeli.



e.       Nota kontan adalah bukti pencatatan untuk transaksi pembelian barang secara tunai yang dibuat oleh penjual dan diberikan kepada pembeli.


f.       Cek adalah surat perintah kepada bank untuk membayar sejumlah uang kepada pemegang cek. Cek dibuat oleh pihak yang mempunyai simpanan di bank tersebut.


g.      Bukti memorial merupakan bukti transaksi intern dalam bentuk memo dari pejabat dalam perusahaan kepada bagian akuntansi, untuk mencatat suatu peristiwa atau keadaan yang sifatnya intern.


Inventarisasi bukti transaksi
Sistem Pencatatan Persediaan
Ada dua sistem pencatatan yang bisa digunakan dalam pencatatan persediaan, yaitu sistem Inventarisasi Fisik ( Phisical System ) dan sistem perpetual ( Perpetual System ).

1.      Pencatatan sistem inventarisasi fisik
Pencatatan sistem inventarisasi fisik disebut juga pencatatan sistem periodik ( periodical system ). Dalam sistem pencatatan fisik harga pokok penjualan dihitung tiap akhir periode setelah sisa barang ( persediaan akhir periode ) di gudang diperiksa dan  dihitung secara fisik. Prosedur pencatatan persediaan sistem inventarisasi fisik secara garis besar Sebagai berikut :

a.     Faktur pembelian dicatat dalam jurnal pembelian dengan mendebit akun pembelian, dan kredit akun Utang Dagang.
b.         Memo Kredit dari kreditor, sebagai bukti transaksi retur pembelian, dicatat dalam jurnal umum atau jurnal pembelian retur, dengan mendebit akun Utang Dan kredit akun Retur Pembelian.
c.         Faktur penjualan dicatat dalam Jurnal Penjualan dengan mendebit akun Piutang Dagang, kredit hasil akun Penjualan.
d.        Memo Kredit yang dikirimkan kepada debitur sebagai bukti transaksi penjualan retur, dicatat dalam jurnal umum atau jurnal penjualan retur  dengan mendebit akun Retur Penjualan, Dan kredit akun Piutang Dagang.

2.      Pencatatan Sistem Perpetual
Pencatatan sistem perpetual atau metode pencatatan terus menerus (kontinue), disebut juga dengan motede “balance permanent”. Prosedur pencatatan persediaan sistem perpetual, secara garis besar Sebago berikut :

a.         Faktur pembelian dicatat dalam jurnal pembelian dengan mendebit akun Persediaan, dan kredit akun Utang Dagang.
b.         Memo kredit yang diterima dari kreditur Sebagai bukti transaksi retur pembelian:
1)    Dicatat dalam buku jurnal umum atau jurnal pembelian retur dengan mendebit akun Utang Dan kredit akun Persediaan.
2)    Dicatat dalam kartu persediaan barang yang bersangkutan Sebago mutasi keluar sebesar harga beli barang yang dikembalikan kepada kreditur.
c.     Faktur penjualan sebagai bukti transaksi penjualan kredit :
1)    Dicatat dalam jurnal penjualan dengan mendebit akun Piutang Dagang, Dan kredit akun Hasil Penjualan sebesar harga penjualan.
2)       Harga pokok barang yang dijual (hpp), dicatat debit akun Harga Pokok Penjualan, kredit akun Persediaan.
3)       Harga pokok barang yang dijual, dicatat dalam kartu persediaan barang yang bersangkutan sebagai mutasi keluar.

d.    Memo kredit yang dikirimkan kepada debitur Sebago bukti transaksi retur penjualan.
1)    Dicatat dalam jurnal umum atau jurnal penjualan retur, dengan mendebit akun retur Penjualan, Dan kredit akun Piutang Dagang sebesar harga jual barang yang dikembalikan.
2)        Harga pokok barang yang diterima kembali dicatat debit akun Persediaan, kredit akun Harga Pokok penjualan.
3)        Harga pokok barang yang diterima kembali dicatat dalam kartu persediaan barang yang bersangkutan sebagai  mutasi masuk.

Kartu (Daftar) Inventaris.
Kartu ini digunakan untuk mencatat aktiva yang nilainya relatif kecil, tetapi mempunyai masa penggunaan lebih dari satu tahun. Pengeluaran untuk pembeliannya diperlakukan sebagai pengeluaran beban, misalnya kap lampu yang digunakan di rumah dinas karyawan, obeng, kunci pas, dongkrak, dan peralatan kecil lainnya yang digunakan pada perusahaana jasa angkutan.Berikut ini adalah contoh kartu daftar inventaris.

DAFTAR INVENTARIS
No.
Nama Inventaris
Tgl Perolehan
No.ref
Kuantitas
No. Aktiva
Bagian
Jml Harga
Ket

Cara menyimpan bukti transaksi
Cara menyimpan bukti transaksi
1.        Kelompokkan jenis bukti transaksi.
2.        Urutkan tanggalnya.,
3.        Apabila transaksi sering terjadi, pisahkan berdasarkan nama.
4.        Simpanlah bukti-bukti tersebut dalam map dan tulis judulnya pada halaman sampul agar memudahkan dalam mencarinya.
5.        Kemudian map tersebut disimpan dalam lemari arsip (filing cabinet) .
6.        Bukti transaksi yang sudah tidak digunakan lagi dapat dipindahkan ke gudang arsip atau secara berangsur-angsur dimusnahkan.



 
 












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indonesian fruit that does not exist in Korea

Indonesian fruit that does not exist in Korea Hello guys... This time I will discuss various kinds of fruit that do not exist in Korea. ...